
Sabtu, 28 Maret 2009

Selaku masinis, Naslam telah terbiasa mengemudikan rangkaian kereta ketel westinghouse (KKW) tersebut. Sementara Naslam menyalakan mesin CC20146, Sugiarto (52) dan Tjawan (52), dengan teliti memeriksa bogie rengkaian KKW, tak terkecuali rantai pengait antar gerbong. Keduanya memsatikan jangan sampai ada baut yang longgar, kelonggaran sebuah baut bisa berakibat fatal pada perjalanan sepanjang 135 kilometer tersebut.
Tepat pukul 11.00, rangkaian KW Pertamina itu perlahan-lahan
“Selama 24 tahun, saya bertugas di Cilacap menjalankan lokomotif D301. Saya memulai karir
Sepanjang perjalanan itu, Naslam tak sedikit pun melepaskan pandangan ke arah jendela depan lokomotif. Setiap mendekati darerah perlintasan, Naslam dan asisten masinisnya yang duduk di sisi kiri kabin bergantian membunyikan klakson lokomotif. Laju rangkaian KA itu pun sedikit diperlambat bila mendekati perlintasan maupun kelokan-kelokan lintasan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.
Memasuki daerah Linggapura, curahan air hujan mulai membasahi tubuh KKW. Mau tak mau, Naslam harus lebih waspada mengemudikan lokomotif diesel buatan General Electric itu, wiper lokomotif yang tak berfungsi dengan baik membuat Naslam dan asistennya harus benar-benar cermat memperhatikan lintasan rel yang dilalui.
“Menjadi masinis banyak suka maupun dukanya. Kalau menjadi masinis KA barang, kami haru
Tiba di stasiun Karangsari, KKW Pertaminha yang dikemudikan Naslam berhenti sesaat. Tampak dibelakang lokomotif, Sugiarto dan Tjawan berjalan dari arah belakang rangkaian hingga ke dekat lokomotif untuk mengecek kondisi pengait antar gerbong. Selaku kondektur pemimpin (KP) selama perjalanan itu, Sugiarto bertanggung jawab terhadap kesiapan teknis rangkaian KA dari stasiun keberangkatan hingga di tempat tujuan.
Pengalaman berjalan kaki itu pernah dirasakan Sugiarto ketika lokomotif KKW itu gadat di dekat jembatan Bumiayu, ia terpaksa berjalan kaki menyusuri lintasan rel sekitar lima kilometer mencapai stasiun terdekat. Jarak itu mau tidak mau ditempuhnya, mengingat lokasi lokomotif mogok itu kebetulan jauh dari jalan raya.
Baik Sugiarto maupun Tjawan selama perjalanan siang itu harus senantiasa berada di gerbong KKW. Jangan bayangkan gerbong KKW itu layaknya gerbong penumpang. Tanpa atap peneduh dan dinding, keduanya berdiri maupun duduk di lantai gerbong sembari terik matahari dan curahan hujan menghujam tubuh mereka.
Tjawan selaku petugas rem dalam rombongan itu dituntut tidak boleh lengah sedikit pun. Meski hujan deras, telinganya harus was-was padamendengarkan pertanda dari masinis lewat lengkingan klakson lokomotif. Salah mengartikan pertanda yang didengar, bisa berakibat kecelakaan fatal pada keseluruhan rangkaian ular besi itu.
Jumat, 27 Maret 2009
CC 20008 & CC 20009
Hari Selasa 14 Agustus 2007 jam 13:19 sy menelepon ke Bp. Haryanto KDT Dipo CN utk menanyakan kbr lok CC200. Sy terkaget sewkt mendpt kbr sbb :
1.) CC20015 sejak 24 April 2007 oleh WASI DAOP 3 CN dinyatakan TIDAK LAIK JALAN dg alasan : biaya sdh tdk ada utk perawatan, rem pd lok tsb rusak berat, & kondisinya memprihatinkan sehingga lok tsb layak RUCAT.......WUIH !
Tetapi menurut Pak Haryanto CC20015 akan dipertahankan walaupun cuma dihidupkan mesinnya 3 hari sekali seperti yg dilakukan saat ini & bukan utk dijalankan. Selain itu CC200 sdh menjadi maskot DAOP 3 CN.
2.) CC20008 & CC20009 di minggu dpn akan dikrm ke tempat peristirahatannya yg terakhir di BY Pengok krn alasan utk menyelamatkan motor dieselnya, sedangkan body serta perlengkapannya terserah BY Pengok mau diapakan. Sy sdh minta ijin secara lisan ke KDT Dipo CN jika CC20008 & CC20009 akan ditarik ke BY Pengok mhn Kawans IRPS yg akan ikut mengawal bisa diijinkan. Kata Pak Haryanto silahkan saja tetapi jgn terlalu penuh di kabin lok CC201 yg akan menariknya & hrs ada yg bertanggung jawab dr IRPS.
Pak Haryanto akan mengabari ke sy kpn wkt pastinya CC20008 & CC20009 ditarik ke BY Pengok, & sy sdh bilang bhw biar sy yg proaktif utk menelepon ke KDT Dipo CN.
Smg CC200 setibanya di BY Pengok tdk langsung hilang di-RUCAT. Krn sy pernah survey th 2004 (ketika sy bertgs di Pertamina Crb) ternyata unsur logam pd CC200 merupakan logam yg sangat mahal & merupakan besi baja pejal alias logam tsb pd era 1940an hingga 1950an merupakan baja andalan dunia yg byk dipake utk kapal perang sejenis Battle Ship. Pantes aja CC200 hingga skrg bangkainya di BY Pengok sdh tdk ada bekasnya, dibanding lok lainnya spt BB200, BB301, BB304, BB300, BB305, D300, D301 yg msh tersisa. Krn begitu dtg di Pengok sdh diincar besinya yg memang berat & mahal.
Dan CC200 dgn berat 96 ton merupakan lok diesel terberat di pulau Jawa hingga saat ini, oleh karena itu CC200 memiliki boogie tengah utk menyangga spy tdk anjlok dilintasan tahun 1950an - 1980an.
Demikian berita duka terima kasih.
| ||


Ketika tengah melakukan kegiatan liputan di Hotel Horison Semarang, Sabtu (22/11) siang, tiba-tiba salah seorang rekan wartawan Kompas angkat kaki dari ruang tempat liputan di lantai 2. "Mas, kabarnya Stasiun Tawang banjir...," kata teman wartawan dari Kompas itu seraya ngeloyor. "Ok deh, entar nanti aku kesana...," kataku. Tak lama setelah liputan rampung, aku bergegas menuju Stasiun Poncol. Stasiun Poncol? Ya, soalnya aku memang mau meneliti seberapa parah banjir yang menggenangi Stasiun Tawang dilihat dari jumlah lokomotif diesel elektrick yang tertahan di Stasiun Poncol. Kalau di Stasiun Poncol KA dari arah barat yang ditarik lok diesel elektrick tidak ada yang tertahan, berarti banjir di stasiun Tawang memang tidak terlalu parah atau tidak terlalu bahaya dilalui lokomotif diesel elektrick macam BB200, CC201, atau CC203. Pasalnya bila transmisi elektrick yang terdapat dalam motor traksi dekat roda penggerak itu terkena genangan air banjir akibatnya bisa terjadi arus pendek dan menyebabkan lokomotif itu mogok. Lain halnya dengan lokomotif diesel hidrolik produksi Fried Krupp Jerman macam Lok D301, BB300, BB301, atau BB304, termasuk yang produksi Heinscel Jerman yaitu BB303, karena menggunakan transmisi hidrolik, maka lok jenis itu bebas melenggang di genangan banjir. Itulah sebabnya lok diesel hidrolik yang stabling di Depo Lok Semarang Poncol macam Lok D30117 dari Sub Depo Lok Cepu, Lok D30103 dari Sub Depo Lok Tegal, Lok BB30012 dan BB30024 dari Sub Depo Lok Cepu, atau Lok BB30125 yang jauh-jauh dari kota brem (Depo Lok Madiun), kerap dijuluki "Yuyu Kangkang". Mengingatkan pada kisah Ande-Ande Lumut yang menampilkan binatang air sungai "yuyu Kangkang" mengantarkan puteri yang akan melamar Ande-Ande Lumut menyeberang sungai. Ketika aku sampai di kawasan Depo - Stasiun Poncol, ternyata lokomotif diesel elektrick bebas berlalu lalang Poncol-Tawang. Apakah banjir di Tawang sudah surut? Belum. Ternyata wilayah yang tergenang banjir adalah peron dan tempat penjualan tiket, termasuk kantor PPKA, ruang tunggu eksekutif, ruang masinis...pokoknya rel di seluruh spoor Stasiun Tawang yang telah ditinggikan 35 cm dari ketinggian sebelumnya, sudah aman dari banjir. Sehingga lok diesel elektrik bisa keluar masuk stasiun Tawang tanpa harus digantikan perannya lok diesel hidrolik. Sebelumnya KA yang datang dari arah barat misalnya Argo Bromo Anggrek bila Stasiun Tawang banjir, harus tertahan di Stasiun Poncol dan perannya digantikan lok diesel hidrolik memasuki Stasiun Tawang sampai keluar dari Stasiun Tawang menuju Stasiun Alas Tuwa. Di Alas Tuwa, lok diesel hidrolik yang telah berjasa melangsir KA Argo Bromo Anggrek digantikan perannya oleh lok diesel elektrick yang singgah dan siap menarik Argo Bromo Anggrek dari Alas Tuwa sampai finish di Stasiun Surabaya Pasar Turi. Makanya pihak Daop IV PT KA nggak mau dibikin repot dengan adanya gonta-ganti lok hanya karena masalah banjir di Tawang. Solusinya adalah rel harus ditinggikan lagi setinggi 35 cm dari tinggi sebelumnya. Padahal menurutku itu hanya sementara, dan bukan solusi yang tepat. Pasalnya kondisi permukaan tanah di kota Semarang khususnya di bagian bawah seperti kawasan Tawang merupakan kawasan yang rawan penurunan. Penyebabnya, maraknya penduduk membangun sumur air tanah dan pembangunan gedung bertingkat dengan pondasi tiang pancang, justru akan mengurangi kadar air tanah dan akibatnya pori-pori tanah kosong hingga menyebabkan permukaan tanah turun secara perlahan. Tak heran bila akhirnya bencana banjir rob juga turut menerjang kawasan itu. Penelitianku akhirnya memutuskan semacam solusi yang dirasakan sangat mahal biayanya namun manfaatnya cukup besar, Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol termasuk Depo Lok, Depo Kereta, Depo Mekanik posisinya ditinggikan relnya dengan sistem rel layang, persis yang dilakukan di Stasiun Gambir dan Stasiun Jakarta Kota (Beos). Dengan dibangunnya rel layang termasuk spoor yang ada di Poncol dan Tawang, maka akan terbebas dari banjir. Itu pertama, yang kedua rel utama termasuk spoor di stasiun akan bersih dari para pejalan kaki dan pedagang asongan. Bahkan tidak ada lagi orang memasuki stasiun lewat pintu perlintasan KA, jadi orang yang masuk stasiun harus membayar retribusi berupa beli tiket peron. Lantas bagaimana dengan pos-pos perlintasan KA? Justru dengan masih minimnya kesadaran pemakai jalan raya yang kerap menerabas pintu perlintasan saat KA akan lewat, maka pembangunan rel layang justru menjadikan zero accident antara KA dengan pengguna jalan. Para petugasnya kemudian dialihkan menjaga perlintasan liar, guna menghindari tabrakan KA dengan pengguna jalan. Solusi ini pernah aku tulis dalam rubrik Wacana Lokal Harian Suara Merdeka edisi tanggal 15 September 2008. Namun nampaknya pihak Daop IV PT KA masih memikirkan solusi yang aku tulis tadi atau memang belum mendapatkan dana cukup besar guna mewujudkan solusiku tadi. Jayalah KA Indonesia...Semboyan 40/41Nguber Kereta Api di Kota Tegal

Sesampainya di daerah Gringsing - Batang tepatnya melewati Stasiun Plabuan yang berdekatan dengan bibir pantai laut Jawa, para anggota IRPS Bandung ini asyik memotret dari dalam KRD. Sementara aku asyik duduk nyantai, karena lagi males hunting. Tiba-tiba aku tertidur dan tak disangka sudah nyampai di Stasiun Pekalongan. Terus ketiduran lagi lalu tak disangka sudah nyampai di Stasiun Tegal. Kami langsung berebut turun dari KRD dan aku melihat dari arah barat ada rangkaian ketel Pertamina yang ditarik lok D301. Wah...rangkaian ketel, di Semarang sudah nggak dilewati rangkaian kayak gini. Rupanya rangkaian ketel itu kosong dan hendak ditarik dari depo ketel Tegal kemudian ditarik lok CC201 menuju Maos lewat Purwokerto. Tak lama kemudian kami sempat berebut hunting KA Argo Muria dari arah Jakarta yang singgah di Stasiun Tegal. Setelah KA Argo Muria meninggalkan Tegal, kami langsung nyari tempat makan dan sholat. Eh...tetapi sebelumnya kami sempat hunting gedung bekas kantor SCS yang berdekatan dengan stasiun. Gedung tersebut kini digunakan untuk Universitas Pancasila Tegal. Kata Mas Saleh Purwanto...katanya ada penampakan, mirip Lawang Sewu, bener nggak sih...?
Tibalah waktunya makan siang, aku memilih menu Ketoprak yang rasanya manis-manis pedas...mak nyoss. Memang Tegal kotanya warteg. Setelah sholat Dhuhur, kami melanjutkan perjalanan terakhir di kota udang Cirebon, buat nengok lok CC20015 yang legendaris itu.
Jayalah Kereta Api Indonesia...semboyan 40/41
terlalu besar saat ini karena penggunaan dipo ini terbatas hanya untuk perawatan darurat saja,
seperti layaknya dipo lokomotif, dipo loko tegal memiliki turn tabel namun sayangnya kondisi turntable sudah tidak terawat dan cenderung rusak, kemudian beberapa area sekitar dipo sudah di bangun perumaha warga ( koq bisa ya ???),padahal itu masih wilayah PJKA / PT KAI, sehingga tidak heran kalau kita susuri rel yang ada mereka melintas di ruang tamu, kamar mandi ruang tidur dan sebagainya, tidak jauh dari dipo tegal ada sebuah bangunan tua peninggalan perusahaan kereta api belanda, bangunan itu terlihat sangat kokoh dan antik, namun sekali lagi sangat disayangkan karena pihak KAI tidak merawatnya, sehingga banyak sekali kotoran disana sini, sayangnya saya tidak sempat memotret gedung tersebut. dipo tegal ini memiliki aset lokomotif BB200 dan beberapa D301, namun kondisinya sangat memprihatinkan tidak seperti saudara mereka yang berada di dipo semarang dan manggarai.

Ada-ada saja yang dialami KRD Pandanwangi dalam melaksanakan tugas perjalanannya mengantar penumpangnya Semarang - Solo pp. Sejak KRD ini diluncurkan tahun 2002 dan melakukan trip hingga Stasiun Tugu Yogya sampai dengan tahun 2004 hanya sampai Solo Balapan, KRD ini memiliki beraneka ragam masalah. Pertama faktor penumpang yang minim karena pihak Daop IV dan Daop VI PT KA kurang promosi, Kedua faktor mesin KRD yang semakin aus hingga akhirnya harus ditarik lokomotif. Ketiga adalah faktor ketepatan dan kecepatan waktu tempuh karena kondisi track Semarang - Solo itu sendiri. Itu belum penyebab lainnya misalnya prasarana yang rusak karena faktor alat itu sendiri, alam, atau oknum tak bertanggung jawab. Seperti halnya di Semarang yang kerap diserang banjir. Mau banjir rob atau banjir akibat hujan, tetap merepotkan. Ketika aku mengadakan perjalanan ke Yogya lewat Solo dengan naik KRD Pandanwangi hari Rabu (3/12), ada-ada saja halangannya. KRD Pandanwangi yang ditarik lok BB20021 ternyata penumpangnya nggak begitu banyak. Udah gitu ada bangku yang rusak tak terawat. KRD Pandanwangi yang mesinnya sudah nggak berfungsi sehingga harus ditarik lok BB20021 yang sudah tua (51 tahun), akhirnya tinggal spoor (istilah untuk KA, kalau pesawat terbang istilahnya tinggal landas) dari spoor 2 Stasiun Semarang Poncol pukul 08.45 WIB. Ketika masuk ke Stasiun Semarang Tawang, ternyata di spoor 3 ada KA 1003 yang menarik rangkaian kurs angkutan semen hendak menuju Stasiun Semarang Poncol. Ternyata KRD Pandanwangi yang nongkrong di spoor 1 Stasiun Semarang Tawang memang cukup lama berhenti. Ada sekitar 30 menit lebih. Usut punya usut ada wesel elektrik di wesel pertama dari arah timur stasiun yang mengalami kerusakan akibat arus pendek setelah terkena banjir rob di sekitar wesel. Akibatya wesel yang semula habis dilalui KA 1003, tidak bisa dikembalikan normal lagi. Petugas pun diturunkan ke lapangan untuk memperbaiki dan akhirnya pukul 09.30 WIB KRD Pandanwangi yang ditarik lok BB20021 diberangkatkan menuju Solo Balapan. Bisa ditebak, KRD Pandanwangi ngebut dari Stasiun Semarang Tawang - Alas Tuwa-Brumbung, kecuali melalui perbaikan rel di bawah jembatan fly over dekat perlintasan Jalan Kaligawe. Karena beberapa halangan itulah membuat KRD Pandanwangi baru masuk ke Solo Balapan pukul 12.45 WIB, padahal aslinya harus masuk Solo Balapan pukul 12.00 WIB dan diberangkatkan lagi pukul 13.00 WIB ke Semarang Poncol. Melihat kondisi KRD Pandanwangi yang semakin mengenaskan karena mesinya tidak berfungsi, penjual makanan bebas berkeliaran di dalam kereta, kursi yang rusak, lantai dan kaca yang kotor, apakah Daop IV PT KA bisa lebih peduli dengan salah satu armadanya ini? Aku pernah mengusulkan kalau jalur Semarang-Solo sebaiknya dioperasionalkan KA penumpang biasa, bukan KRD, mengingat medannya yang berbelok-belok dan menyebabkan KRD cepat mengalami kerusakan mesin karena gardan rodanya menghantam pipa oli untuk transmisi mesin diesel hidroliknya. Keleluasaan bogi roda KRD dengan kereta penumpang biasa jelas berbeda karena lebih leluasa kereta penumpang. Itulah sebabnya lebih klop memakai kereta penumpang daripada KRD seperti yang dilakukan pada saat jaya-jayanya KA Pandanaran dan saat itu mengandalkan lokomotif BB200 yang melenggang hingga Solo dan Yogya.
Senin, 23 Maret 2009
Honda Supra X 125 (Bima)

Pembalap Masa Depan…
Ni dia calon pembalap masa depan, udah ganteng, cool, rambut kriting, pokoknya gaul abiz deh…kita tunggu aja aksinya di sentul. Liat aja tuh motornya dah siap dijajal ke sirkuit, paling tinggal oprek dikit lagsung ngacir deh. Siapa dulu “HONDA” gitu lho..
Wah bisa nyaingin Rey Ratukore nih, pembalap andalan Honda yang kemaren menang di Indoprix seri I Sirkuit Sentul…Sukses Bro Galank!!!!!
Data Spesifikasi
Pelek : Rossi
Panel sakelar : Honda
Kaliper depan : Nissin Supra X 125
Kaliper belakang : Nissin Supra X 125
Kick stater : Custom
Modifikator : Bima Motor Sport
Lengan ayun : Honda
Foot step : Honda
Setang : Honda
Yamaha Alfa 1992


Yamaha Alfa 1992
Liat anak-anak naik mini moto di tv kayanya enak juga ya,,,motor kecil tapi tenaganya full… dalam hati pengen juga nyaingin anak-anak itu, tapi apa daya yang ada cuma alfa. Tapi jangan kecil hati dulu buktinya alfa ini sekarang udah bisa nandingin mini moto, dari segi fashion apalagi… mirip banget…
Ya…modifikatornya emng gokil bgt bisa ngerubah tampilan buluk alfa jadi motor keren abiz,,,,
Data Spesifikasi :
Pelek : Custom
Panel sakelar : Yamaha Alfa
Kaliper depan : Suzuki Smash
Kaliper belakang : Suzuki Smash
Kick stater : Alfa
Modifikator : Secret
Lengan ayun : Custom bikinan bengkel
Foot step : Custom
Setang : custom

Test Produk
Racing kit thunder 125
Kali ini kita akan membahas soal part-part PnP yang bisa diaplikasi Suzuki Thunder 125. Sekarang kita coba meramu beberapa di antaranya Yuk!
kali ini sengaja dipilih komponen high performance dengan harga bersahabat. Maklum, krisis global diprediksi masih akan berlangsung lama. Jadi, hal yang bijak bila kita hemat dan teliti dalam membeli produk. Kualitas dan hasil tetap harus diutamakan. Pastinya Anda gak mau dong ˜beli kucing dalam karung. Tertipu promosi tanpa ada bukti. Salah-salah isi dompet sudah telanjur cekak (menipis), performa motor tak kunjung tendongkrak.
Nah, biar gak kejadian seperti itu, simak deh panduan dari kami berikut ini. Sebab kami langsung mengujinya buat Anda dengan cara mengukur peningkatan tenaga yang dihasilkan part-part PnP Thundie tersebut lewat pengukuran dyno.
CDI XP Ciomas
Suplaindo Sejahtera
Telp. 021-6520034/35
Knalpot Fre Flow AHRS
Bila ingin torsi dan tenaga makin bagus, saluran gas buang memang kudu pakai yang agak plong. Kalau enggan membobok knalpot standar, bisa tebus knalpot model free flow. Nah, salah satu produk yang mutunya cukup terpercaya dan terjangkau yang bisa dilirik adalah merek AHRS tipe Turing L seharga Rp 300 ribu atau Turing LD Rp 350 ribu.Selain bentuknya matching dengan Thundie yang bergaya sport turing, suara yang dihasilkan juga bersahabat di telinga. Berdasarkan hasil dynotest, knalpot ini sukses menyumbang tenaga puncak hingga 0,9 dk. Kala dimix dengan CDI XP, tenaga maksimum Thundie terkerek jadi 11,3 dk/9.068 rpm. Sementara torsi naik jadi 9,43 Nm/7.961 rpm.
AHRS Telp. 021-77820649
Bosowa Hyosung RX 125


NGGAK DOYAN MAIN LUMPUR
Lantaran nggak suka sama motocross, nggak membuat adam suherman ganti haluan, sesosok kuda besi bosowa hyosung RX 125 diboyong juga kerumahnya, Cuma supaya nggak mein Lumpur dan tetap macho, gaya pun diubah dengan melirik tampilan supermoto yang keren abis,,,
Untuk mewujudkan obsesinya motorpun dibawa ke bengkel modifikasi Caos Custom (CS) Jl. Pancoran Barat , No 8, Jaksel. Motorpun diterondoli untuk menyesuaikan dengan body baru yang nanti akan dipasang. Kaki- kaki menggunakan shock Up Side Down, dengan pelek lebar merek TK. Dan tromol aslipun dirumahkan dang anti dengan tromol bawaan KTM.
Supaya as roda standar bisa pas, bos rodanya pake punya
Data Spesifikasi
Pelek depan belakang : Tk 3,5 inch, 4,5 inch
Ban depan-belakang : Batlax BT-92
Body : Accerbis
Gas spontan : Daytona
Head lamp : Accerbis
Stop lamp : Accerbis
Cakram : Custom- Kawasaki Ninja
Yamaha Scorpio 2005

DITAWAR 75 JUTA……
Seperangkat body kit milik KTM 450 nggak kenal ampun hinggap di sekujur body Yamaha scorpio lansiran 2005, hal ini merupakan upaya untuk menggusur tampang sport naked dari motor tersebut. Rudolf sang pemilik langsung menyambangi bengkel pro technic (PT) agar menggarap besutannya semirip mungkin dengan KTM. Untuk itu ubahan pun dilakukan oleh bengkel tersebut mulai daru frame yang telah di babat hingga 85% menyerupai aslinya KTM. Woow!! Mantep bgt tuh….
Kelar bentuk rangka, giliran kaki-kaki menyesuaikan ubahan tadi, maka seperangkat sok up side down bawaan KTM tahun 2000 (asian version) pun di pasangnya berikut segi tiganya. Untuk belakang rasanya kurang puas dengan swing arm dan mono shock bawaan scorpio, maka seperangkat kaki belakang kepunyaan Suzuki DR 350 pun dipasang sehingga menambah kesan macho tunggangan tersebut. Pelek beserta cakram juga diambil dari KTM.
Untuk menyeimbangkan reduksi tenaga antara gir depan dengan gelakang, akibat aplikasi ban gambot ukuran 170/60-17 (belakang), gir set diganti ukuran 15 depan dan 51 untuk belakang, dengan begitu akselerasi makin maksimal. Desain knalpot berikut selincer didesain oleh PT yang menambah cepat akselerasi. Oh ya motor ini pernah ditawar Rp75 juta lho (imbuhnya)…kenapa nggak dilepas bro?????
Data spesifikasi:
Ban depan-blkng : 120/70-17, 170/60-17
Pelek : KTM
Panel sakelar : KTM asian version
Kaliper depan : brembo 2 piston
Kaliper belakang : Brembo 1 piston
Kick stater : Yamaha RX Z
Modifikator PT : PT, 021-99674312, 081808629175
Honda Tiger Revo 2007

Kejamnya Ibu Kota
Elemen kaki-kakipun menjadi sasaran utama dengan merombak shock bawanan dengan kepunyaan Suzuki DR 200 tentu berikut triple clampnya 9segi tiga). Pelek orsi dengan pelek custom by PT dan dibalut ban swallow dengan ukuran depan 120-17 sedangkan belakang 150-17
Beralih ke sector belakang. Shock menggunakan bawaan Kawasaki Ninja RR yang dipercaya mampu meredam kejamnya jalan ibu kota. Finish soal kaki-kaki, kini giliran body yang menggunakan set kepunyaan Honda CRF 150 R, dipilih karena mungkin semerek Honda. Dan cover lampu pake merk UFO.
Data spesifikasi
Ban depan-blkng : Swallow 120/70-17, 150/60-17
Pelek : Custom
Panel sakelar : Honda
Kaliper depan : Nissin 2 piston
Kaliper belakang : Nissin 1 piston
Kick stater : Honda
Modifikator PT : PT, 021-99674312, 081808629175
Lengan ayun : Custom
Foot step : Satria FU
Yamaha Scorpio 2006

Terinspirasi Nicky Hayden
Ubahan yang dilakukan meliputi sasis yang kali ini diserahkan ke bengkel Tampi Motor Xtreme (TMX) sidoarjo. Yang dikerjakan meliputi perombakan sasis belakang yang dibikin menyerupai model special engine YZ 250, namun menggunakan sistem knock down sehingga mudah kalau mau dibalikin ke standart lagi, sedangkan untuk sasis depan tetap orsinya.
Setelah sasis selesai baru cover body dipasang satu persatu mulai dari sepatbor depan, tangki, body, sepatbor belakang, jok dan finishing akhir. Wow, bagus juga ya hasilnya, gak heran banyak orang yang ngelirik jika si bro ini lagi bawa ni motor.
Data Spesifikasi
Pelek : TDR
Panel sakelar : Custom
Kaliper depan : Suzuki Satria
Kaliper belakang : Yamaha Mio
Kick stater : Scorpio
Modifikator : TMX Sidoarjo
Lengan ayun : Custom
Foot step : Custom
Setang : Renthal
DYNASIS
Keunggulan bergabung dengan DYNASIS:
Mengubah pola konsumsi, dynasis menawarkan kepada anda sebuah pola konsumsi pulsa seluler yang lebih menguntunggkan. Setiap transaksi pembelian voucher melalui dynasis, anda tidak hanya akan mendapatkan nilai voucher tapi anda juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Dimana saja, kapan saja. Anda bisa melakukan traksaksi pulsa melalui dynasis 24 jam?all day dan dimana saja anda berada. Anda tidak perlu pergi ke konter untuk transaksi, cukup dari HP anda. Hujan, tengah malam, kesibukan tidak menjadi penghalang bagi anda.
Potensi bagus. Pulsa sudah menjadi kebutuhan pokok dan penggunaannya semakin bertambah. Anda bisa mendapatkan residual income dengan mengikuti program :
| level | bonus |
| 0 | 10%BV |
| 2 | 6%BV |
| 3 | 6%BV |
| 4 | 6%BV |
| 5 | 6%BV |
| 6 | 6%BV |
| 7 | 6%BV |
| 8 | 6%BV |
| 9 | 6%BV |
| 10 | 6%BV |
1. BV (bussines value): margin antara harga pulsa dengan HPP (harga pokok pembelian). Jumlah BV berbeda- beda untuk setiap operator selular dan untuk setiap nominal pulsa.
2. Anda (level – 0) akan mendapatkan cash back sebesar 10% Bvdari setiap transaksi pengisian pulsa yang anda lakukan.
3. Jumlah member yang dapat anda sponsori langsung (level-1) tidak dibatasi.
4. Bonus kedalaman dibatasi sampai dengan level -10 efektif (compressed system)
5. Syarat untuk mendapatkan bonus setiap bulan melakukan minimal satu kali transaksi pengisian pulsa (nominal bebas).
Contoh mengajak 5 orang teman
Asumsi:
Bulan pertama anda hanya merekrut 5 orang, selanjutnya tidak merekrut lagi (sebetulnya tidak dibatasi
Jaringan member anda juga melakukan hal yang sama (terduplikasi sempurna) sampai level 10.
| level | Jumlah member | Bonus (Rp) | Bonus (Rp)/bln |
| 1 | 5 | 60 | 300 |
| 2 | 25 | 60 | 1.500 |
| 3 | 125 | 60 | 7.500 |
| 4 | 625 | 60 | 37.500 |
| 5 | 3.125 | 60 | 187.500 |
| 6 | 15.625 | 60 | 937.500 |
| 7 | 78.125 | 60 | 4.687.500 |
| 8 | 390.625 | 60 | 23.437.500 |
| 9 | 1.953.125 | 60 | 11.717.500 |
| 10 | 9.765.625 | 60 | 585.937.500 |
| Total | 12.207.030 | 60 | 732.421.800 |
Maka bonusanda pada bulan ke 10: RP732. 421.800/bln
Skema diatas hanyalah contoh, jumlah teman yang anda ajak bebas tidak harus sama seperti diatas, karena ini bukan seperti MLM yang menganut sistem paket atau keseimbangan dalam rekruitmen.
Pada kenyataanya, rata-rata orang menggunakan pulsa lebih dari 10.000/bln, sehingga keuntungan kita juga bisa berlipat ganda.
Resiko kecil, bisa dikatakan hampir tidak ada resiko jika anda bergabung, kenapa???
- tidak ada biaya pendaftaran (gratis)
- tanpa iuran bulanan maupuntarget penjualan
- semua uang yang didepositkan adalah untuk kepentingan transaksi anda, nominal deposit terserah anda
- hanya membeli pulsa untuk kebutuhan sehari- hari
- harga relatif sama dengan harga pasar.
Satu HP untuk semua. Dengan satu ID anda bisa melakukan pembelian pulsa untuk sendiri, untuk orang lain/jual dan transfer deposit antar member. Anda tidak harus membeli HP atau chip baru, cukup dengan HP dan nomor anda sekarang ini.
JOIN WITH US:
Reg. No Hp.Nama Anda. Nama Bank. No rekening
(pemisah antara menggunakan “.” (titik) tidak menggunakan spasi, kecuali pada nama anda boleh spasi)
Contoh : reg. 081543210. Orchiditia Dewi. BNI 98765
Kirim ke 0815-788-523-65
Kunjungi www.klikdynasis.net/?id=mo1244
Email: mc_an01@yahoo.co.id
Telp: 0341-496299, Fax: 0341-402843







